Kira-kira
bulan November 2016, kami “Majoring in Nutrition” melakukan perjalanan ke Balai
Pengobatan GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) di Magelang.
Hari
itu, entah kapan persisnya saya menaiki ojek menuju “Taman Punti Kayu” karena meeting pointnya disana. Sempat sesat
juga dimana pintu gerbang punti kayu (Hahaa). Setelah salam perpisahan dengan
orang-orang yang mengantar, it’s time
here we go..
Pict. Tensist
Wah,
seingatku sehari semalam waktu yang kami habiskan untuk menuju pelabuhan merak.
Jadi, gini ya rasanya naik kapal laut. Cause
it’s first time. Hampir sama seperti
naik pesawat, bedanya ini di laut dan satunya di udara. Sedikit
bergoncang-goncang ria.
Pict. Wajah lelah berada di kapal laut untung gak mabok laut hehe..
Tidak
lupa setelah berlabuh dari pelabuhan Bakahuni Lampung ke pelabuhan Merak, Nge-path dulu. Hhehe. Kira-kira dari Jakarta
ke Yogyakarta berapa jam ya? Tiba-tiba udah malam aja dan udah sampe di hotel
“Yogyakarta”.
Esoknya
merupakan hari yang cerah. Tapi, tidak dengan sepasang mata sipitku yang
mengantuk. Sesampainya di Balai kami langsung disuguhi materi tentang GAKY itu
sendiri, ya walaupun sebenernya pasti ada acara pembukaan terlebih dahulu.
Pict. Perjalanan dari Yogyakarta menuju Balai GAKY
Magelang
Flashback sedikit yaa...
Antara Jakarta menuju Yogyakarta,
ternyata saya sempat singgah di Bandung tepatnya di wisata Dusun Bambu.
MasyaAllah, indah sekali tempat ini walaupun tubuhku merasa lelah duduk berhari-hari
dibangku bus. Mengelilingi berbagai tempat disini membuatku senang,
berfoto-foto ria “Cekrek-cekrek” ada
taman bunga, pondok-pondok terapung, danau, air terjun mini. Benar-benar buatan
tangan yang indah.
Pict.
Taman bunga di Dusun Bambu
Siangnya saya lunch bersama ditemani sawah-sawah yang
terhampar begitu hijau nan asri. Memang terlihat tua tempat yang saya singgahi.
Tapi, cukup menenangkan untuk beristirahat dan sholat sebentar.
Selanjutnya saya melanjutkan
perjalanan kembali ke wisata “ Kawah Putih” jalanannya memang indah, sungguh
ciptaan Allah swt yang tiada tara tandingannnya. Berjalan layaknya menuju bukit
curam menantang maut. Wah, dingin sekali sore hari disini. Beautiful place. Semua moment saya abadikan di dalam hati sanubari serta
tidak lupa camera stay on “ Cekrek-cekrek”.
Pict.
Dinginnya sampe pucat gitu hehe..
Flashback end..
Hari pertama selesai di Balai yang
saya ingat banyak dari kami yang mengantuk. Euforia
di kota orang. Tapi, saat mau jalan-jalan hilang deh ngantuknya (Hhehe) memang
ya mahasiswa jaman now. Next... wisata selanjutnya Candi
Borobudur. Ini termasuk keajaiban dunia, iya kan? entahlah apakah masih
tercatat sebagai warisan dunia yang berhaga.
MasyaAllah indahnya. Kunikmati
pemandangan di sekitar candi dan kupandangi relief-relief candi tersebut. Ada
sejarah di dalamnya, bahwa candi-candi itu merupakan mahar pernikahan yang di
ajukan oleh Roro Jongrang kepada Bandung Bondowoso untuk membuat 1000 candi
dalam 1 malam. Karena Bondowoso tidak menepati janji dan hanya menyelesaikan
999 candi maka jongrang membatalkan perjanjian yang sebenarnya sudah diatur
agar Bondowoso gagal membuat 1000 candi tersebut. Akhirnya Bondowoso tahu apa
yang diperbuat oleh Jongrang dan membuat Bondowoso sangat marah sehingga
mengutuk jongrang menjadi candi yang ke-seribu. Kira-kira seperti itulah
dongeng yang pernah saya dengar dari orang terdahulu.
Pict.
Mengagumi kamu.. iya kamu hehe (hadehh, entah kamu yang mana )
Menjelang magrib saya kembali ke hotel
untuk beristirahat sejenak sebelum
dilanjutkan kembali mengunjungi Pohon beringin kembar yang tidak begitu
jauh dari hotel, kerlap kerlip lampu jalanan nan ramainya pengunjung
menyaksikan bintang pantura seraya menyeruput wedang jahe, ah indahnya malam
ini.
Pagi-pagi sekali setelah selesai
sarapan saya berangkat kembali ke Magelang dimana Balai GAKY berada. Menikmati
perjalanan panjang akhirnya tibalah kami di wisata selanjutnya yaitu rafting di Sungai Elo Magelang. Selesai
pembekalan dari pihak penyelenggara cus..
ternyata seperti ini ya rasanya rafting
(it's firts time) seru sekali,
rafting yang hanya kulihat di TV dan akhirnya bisa merasakannya. My team ada
Mbak Inggit, Caca, Tamiya dan Nisa. Capek, dan pastinya seru nian..
Look, mentari
perlahan menampakkan diri berdampingan dengan dayang-dayang biru. Kesibukan pun
menyapa hari ini. Kemana kita hari ini? Yeay, wisata Kaliurang lereng gunung merapi. Tapi, bukan mau mendaki gunung hanya mau melihat ciptaan Tuhan yang lain disini. Kamu, iya kamuu hehee... sesampainya disana air terjunnya kagak ada airnya, terus apa namanya coba? (Terjun # air)
Wah, kami menempuh perjalanan yang cukup jauh lagi untuk
mencapai tempat wisata berikutnya “Goa Pindul” kabarnya air disini hijau cantik
sekali. Sayangnya karena musim liburan gini jadi airnya keruh dan tak cantik mah. Tapi, tetap keren kok
menyusuri Goa Pindul bersama-sama.
Sepulang dari sana, saya menuju pantai Indrayanti. Hhaha
saya yang gak pernah lihat pantai sebelumya merasakan atmosfir yang berbeda
menginjak pasir dan menghirup udara segar pantai berasa seperti anak pantai bro, hampir mabok pantai cuy sepulang dari sini.
Pict. Tetap seru walau gak ada air terjunnya wkwk..
Kecewa dari sana, tidak membuat kami surut akan semangat. Saya beserta teman yang lainnya mampir ke tempat pembuatan oleh-oleh baju khas Yogya dan membeli beberapa lembar pakaian. Let’s go wisata berikutnya “ Taman Sari, Keraton Yogyakarta”. Ternyata ada perkampungan yang menetap disana, bangunannya tertata rapi dan orangnya ramah-ramah. Disini aku melihat karya warga kampung cyber ada lukisan-lukisan yang terbuat dari bahan kanvas dan kain. Awesome.
Pict.
Kampoeng cyber taman sari Yogyakarta
Waktu
terus berlalu seiring bergantinya siang menuju malam. Suatu malam yang panjang
bagi saya untuk mengerjakan laporan akhir untuk di presentasikan besok pagi
sekaligus penutupan.
Pict.
Balai GAKY di Magelang sekaligus penutupan
Pict.
Karena banyak orang yang berkunjung jadi nunggu dulu deh.
Pict.
Asiknya santai di Pantai
Melelahkan sekali, kadang sempat
terpikir gimana saya bisa hidup di sini “Pulau Jawa” dulu aja (pas jaman
SMA) waktu pertama kali ke Jakarta muntah-muntah kagak karuan karena jalanan
macet dan sedikit maag terus sakit
deh (ndeso banget ya saya haha.. ) ini
lebih parah makanannya sumpah deh lidah Sumatraku menolak semuanya kecuali
Bakso “ rasanya manis-manis gimana gitu” duh
dikira Le mineral lagi. Gak bakal hidup panca rasa saya disini.
Belanja-belanja mari belanja di
Pasar Malioboro, kalau di Palembang ini sama seperti Pasar 16 ilir beda tipis
lah. Selesai belanja oleh-oleh kembali ke hotel lagi, Hari terakhir di
Yogyakarta dihabiskan dengan belanja.
Mari menempuh perjalanan jauh
seperti semula. Sebelumnya di sempatkan mampir terlebih dahulu ke pusat
oleh-oleh Bakpia “ enak banget rasa bakpia ubi ungunya yummy.. pengen lagi hehe”.
Oke, kita cus Ciwidey Bandung. Mampir
lagi di pusat yang katanya sepatu-sepatunya bagus. Tapi, sayangnya saya gak beli
apa-apa. Disini harganya mahal-mahal kagak jauh beda sama di mall-mall. Cus, kita memulangkan diri ke Kota
tercinta Palembang.
Alhamdulillah, selamat sampai rumah.
Tapi, selalu muncul rasa sedih menyelimutiku. Ah, perasaan seperti ini selalu
muncul bersama kesenangan datang. Seperti kata Charlie Brown “ I think i’m
afraid to be happy because whenever I get too happy, something bad always
happens”. Percaya atau tidak seperti itulah kenyataan yang saya alami.







Keren jah, masih nyimpen kau foto2 ny... Flash back jadi nyo, kangen gizi 14 💞
BalasHapusHehee, masih belajar peh. btw, maaciww yaaah
Hapus